Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Every Girls Deserve

Apakah berparas cantik merupakan suatu kelebihan ?. Kadang gue berpikir tentang bagaimana perasaan perempuan yang berparas lumayan. Apakah mereka senang ?, apakah mereka terganggu ?, atau apakah justru mereka punya perasaan ingin menjadi yang biasa-biasa saja ?. Gue sih bukan duta kampus, duta daerah, atau miss universe yang mayoritas terpilih memang parasnya ngga bisa diragukan. Gue cuma anak bapak dan mama gue yang wajahnya ya cenderung mirip sama mereka. Sengaja ga pernah beli bedak, perawatan, beli perlengkapan kecantikan, bahkan lipstik aja gue baru kenal pas 2017, waktu itu gue kerja sampingan di sebuah perusahaan distributor baju dari berbagai macam desainer di tanah air. Karyawan dan teman-teman yang sama-sama kerja sampingan saat itu fashionable dan cenderung merawat diri, jadilah gue menyesuaikan mereka, meski sekedar pakai lipstik. Dari kecil memang gue diajarkan untuk berpikir prioritas, sejak SMK saat teman-teman beli minyak wangi ini itu atau bedak ini itu...

Thankfull

Hai Assalamualaikum wr. wb. Gue baru banget dateng di kosan sepulang ngajar Etika Profesi ngebahas kasus Asian Agri tadi, langsung buka leptop karena gue selalu lupa untuk cerita. Beberapa bulan ini, baik pagi maupun sore hari, gue sering banget nemuin sosok anak kecil (laki-laki) yang agak besar badannya dan doi sering tidur di jembatan penyeberangan belakang kampus. Gue ketemu karena setiap ngajar atau pulang ngajar memang pakai Transjakarta jadi pasti lewat sana. Setiap dia tidur lelap banget kayaknya padahal pembatas jembatan bagian bawah itu ngga tertutup rapat alias desainnya emang bolong dan bolongannya cukup besar. Jadi bisa aja kalau dia gerak agak banyak bakalan jatuh.  Tapi bukan itu yang mau gue omongin kali ini. Gue beberapa pekan lalu pernah sedikit ngobrol sama dia. Pakaiannya lusuh banget padahal saat itu pagi-pagi. Biasanya jam segitu jembatan penuh sesak dengan mahasiswa atau pekerja yang rapih dan berbau wangi. Kebetulan doi jualan tisu. Alibi gue be...

Hijrah

Di sepenggal kegelapan malam Diantara kesunyian antara angin dan rembulan Mungkin hujan sedikit Hati mana lagi yang tak lebih puas untuk menangis saat ini Kelegaan mana lagi yang melebihi kelegaan bersedih dan sedu hanya kepada-Nya saat ini Air mata mana lagi yang lebih resap dan bermakna jika bukan di saat seperti ini. Assalamualaikum Wr. Wb.  Selamat malam Milenialls. Mungkin di jam ini banyak sekali di antara kalian yang lagi tidur, ada yang masih terjaga dengan laptop nya untuk bikin surat, desain poster mungkin, desain lain-lainnya yang udah jadi dari kemarin tapi atasan minta dibenerin padahal salahnya sepele (wkwk gatau apa kalo buka aplikasi desain dan ngeliat layer lagi itu artinya lu harus berkutat dengan waktu yang ngga sebentar meski cuma hal sepele yang dibenerin), ngerjain proposal, atau tugas yang harus dikumpulin besok pagi tapi dari kemarin malas sekali meskipun banyak waktu luang, atau mungkin masih ada yang sibuk stalking Facebook, twitte...

Milennial Influencer

Hai Assalamualaikum teman-teman.  Kali ini gue akan cerita tentang pengalaman gue selama ngajar di kelas, tepatnya di kelas 12 dan kelas 10 SMK di daerah Gambir, Jakarta. Kalo dihitung-hitung hari ini, berarti gue udah sekitar dua bulan “ nebeng ” di sekolah itu. Ya, gue lagi numpang praktik mengajar di sana selama satu semester. Gue ngajar Jurusan Akuntansi dan meng handle 3 mata pelajaran, yaitu Akuntansi Manufaktur, Dasar Perbankan, dan Etika Profesi. Selama dua bulan praktik di sana gue harus menyiapkan materi pelajaran setiap hari. Ya walaupun gue udah pernah dapet pelajaran-pelajaran itu selama sekolah maupun di perkuliahan, gue tetep harus menyesuaikan kemampuan anak-anak didik gue dong . Gimana cara belajar mereka, apakah visual, audio visual, kinestetik, dan sebagainya. Gimana caranya supaya mereka bener-bener paham dengan apa yang gue sampaikan. Sulit. That’s a word can describe how is my feeling now . Kalo boleh ngeluh, gue harus berfikir semalaman tentang...