Jalur Seleksi Perguruan Tinggi Negeri (2014)


Assalamuallaikum Wr. Wb.....
Pada postingan kali ini mungkin akan lebih ditujukan pada siswa – siswi SMA/SMK dan sederajat yang hampir lulus dan akan beranjak ke tingkat pendidikan yang selanjutnya, yaitu mengenai jalur seleksi Perguruan Tinggi Negeri. Karna saya rasa penting mengingat kemarin saat saya masih duduk di kelas XII SMK juga saya masih sedikit bingung jika harus sharing mengenai hal ini dengan teman – teman saya,, karena jarangnya media yang menjelaskan dan juga mungkin karena nama yang diterapkan pada masa saya kala itu sedikit berbeda seperti pada tahun tahun sebelumnya,, walaupun pada akhirnya semuanya begitu jelas saat banyak mahasiswa” dari berbagai PTN melakukan  sosialisasi setelah UN saya kemarin.
Langsung saja pada inti permasalahan, saya lulusan tahun 2013/2014 dan pada masa saya itu terdapat beberapa sistem jalur seleksi masuk ke Perguruan Tinggi Negeri,,

SNMPTN ( Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri )

Pada jalur seleksi ini biasanya dilaksanakan di awal semester kedua, dengan didominasi dengan melihat kestabilan nilai raport kita kira – kira dari semester ke 1 s.d ke 5,,, naik turunnya nilai sangat berpengaruh. Bagi siswa siswi yang nilainya stabil/selalu dapat mempertahankan nilai pada rank yang sama setiap semesternya atau memiliki nilai yang tidak begitu bagus namun dapat memperbaiki sedikit demi sedikit dan menaikan rank di setiap semesternya akan lebih dipertimbangkan jika dibanding dengan siswa yang mendapatkan nilai yang sangat bagus namun akhirnya merosot di semester selanjutnya meskipun naik lagi namun akhirnya kembali turun meskipun masuk sepuluh besar paralel sekalipun ( tidak stabil ).
Ini hanya pengalaman saya yang mungkin akan bermanfaat jika ingin dipahami, meskipun pada semester semester sebelumnya selalu masuk sepuluh besar terbaik namun di semester ke 5 saya merosot menjadi ranking ke 52 saya harus menelan nasib untuk kalah di tahap pertama jalur seleksi ini,,,
Tapi ini tidak bisa dijadikan dasar bagi kalian yang memiliki kriteria yang sama seperti cerita saya untuk menyerah tanpa mencoba yah,, J karena setiap orang memiliki takdir dan nasib yang berbeda beda ,
Biasanya sekolah akan mengisi data pangkalan terlebih dahulu, memasukan nilai raport dan siswa tinggal mengisi form snmptn pada laman yang telah ditentukan.

2.      SBMPTN ( Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi negeri )

Pada jalur seleksi ini para calon peserta diwajibkan untuk membeli nomor KAP terlebih dahulu untuk bisa login lalu mengisi formulir sbmptnnya masing masing namun ada pengecualian untuk peserta bidikmisi yang telah mendaftarkan diri dengan mengisi dashboard bidikmisi, melakukan finalisasi dan mendapatkan nomor KAP maka nomor KAP tersebut dapat digunakan untuk melakukan login ke laman form sbmptn dengan terlebih dahulu menggganti jenis jalur seleksi bagi yang sebelumnya telah memilih jalur snmptn namun belum diterima dengan meng-klik tombol ikuti seleksi pada jalur sbmptn. Sehingga peserta bidikmisi tidak perlu lagi membeli nomor KAP / membayar biaya ujian. 

Dan langkah selanjutnya kalian hanya perlu login, dan mengisi form yang disediakan dengan data yang sebenarnya dan memilih PTN dan jurusan yang kalian pilih dan juga harus diperhatikan dalam meng-upload pas foto agar benar benar memperhatikan ketentuan yang telah ditetapkan agar tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi pada nantinya,,,

3.       UMPTN / PTS  ( Ujian Mandiri Perguruan Tinggi Negeri / Perguruan Tinggi Swasta )

Pada jalur ini saya tidak bisa menerangkan begitu banyak karena saya belum pernah melakukannya sendiri,, hanya yang saya tahu pada jalur mandiri ini diadakan oleh masing masing PTN dan bersifat “MANDIRI”. Artinya, pada jadwal, jenis soal dan tempat pelaksanaan ditetapkan oleh PTN sendiri sendiri dan tidak dilaksanakan secara nasional pada tanggal yang sama seperti jalur seleksi sebelumnya. Jadi, masing masing peminat harus selalu up to date dalam mengikuti perkembangan informasi di PTN yang ingin dipilih.

Selain dari ketiga jalur diatas sebenarnya masih ada lagi jalur seleksi lain khususnya untuk sekolah tinggi ikatan dinas yang menyelenggarakan ujiannya sendiri sendiri seperti STAN, STIS, TELKOM, PLN dan sebagainya.

Inti dari semua kebingungan yang biasanya sering muncul di benak para calon peserta seleksi / ujian adalah sikap aktif dari para siswa untuk selalu bertanya dan mencari informasi baik dari angkatan terdahulu maupun dari media sosial.

Demikian postingan dari saya kali ini,, semoga bermanfaat :) 
Wassalamuallaikum Wr. Wb.....


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eksistensi Tahu Sumedang, di dalam & di luar “Rumah” sendiri

Objek Wisata SIKADU, Muncanglarang, Bumijawa, Kabupaten Tegal

Hijrah